Bunga Surga

Innalillahi wa inna ilaihi rajiuun…
Sebelum baca ceritanya, mohon doakan dulu ya untuk putra temanku yang meninggal hari Minggu lalu, hari ini tepat 7 hari kepergiannya. Usianya baru satu bulan. Kelak si pejuang kecil ini menjadi bunga di surga, yang Insya Allah bisa meringankan dosa2 kedua orangtuanya, amin. Alfaatihah..
***
Cerita dulu ya..
Waktu ikut senam hamil di RS Premier Bintaro (RSPB), bener2 aku manfaatkan buat cari temen baru sesama bumil. Lumayan buat sharing pengalaman, apalagi yang usia kehamilannya sama. Jujur aku sih sukaaa banget bisa banyak kenalan sesama bumil, para wanita2 istimewa *cz we have a huge belly*. Banyak aura positif kalo ketemu, dari berbagi cerita kehamilan dan update perkembangan si janin dalam perut, saling menguatkan dan memotivasi biar terus semangat menjalani kehamilan, tuker2an info soal belanja2 bayi, sampe gosipin Obgyn (jangan ditiru :), pokoknya all about pregnancy. Seru! Really miss that moment.
Alhamdulillah dapet beberapa teman yang menyenangkan, kita saling tuker pin BB biar bisa keep in touch setelah melahirkan, sayangnya gak sempet foto bareng karena tiap minggunya pasti berkurang personel di ruang senam (a.k.a melahirkan). Nah salah satu temanku (sebut saja) Rita.
Kita baru ketemu sekali di kelas senam. Waktu itu usia kehamilanku 34w, dia 36w (kalo gak salah). Sebenernya dia biasa cek kehamilan di RS Hermina Jarinegara, berhubung udah deket due date jadi dia menetap sementara dirumah orangtua/mertuanya *aku lupa* di Bintaro. Dari situ kita sering BBMan nanya perkembangan kehamilan, sampe curhat2 galau kok si baby belum mau keluar juga.
Singkat cerita ternyata aku melahirkan lebih dulu daripada Rita, padahal usia kandunganku lebih muda. Alhamdulillah proses persalinanku normal, sehat, selamat, dan kondisi bayi sempurna tanpa kurang apapun. Sementara Rita sampe usia kandungannya 40w pun belum melahirkan, kalo aku yang ngalamin pasti udah galau stadium akhir deh. Akhirnya dia terpaksa harus caesar karena janin udah terlalu besar, udah 4 kg beratnya waktu itu. Aku cuma bisa berdoa mudah2an proses persalinannya lancar, bayi dan ibunya sehat dan selamat.
Tapi ternyata Allah berkehendak lain…
Si ibu selamat sehat wal afiat, sedangkan si bayi diduga keracunan air ketuban karena terlalu lama didalam kandungan, akhirnya langsung dirawat di ruang NICU (Neonatal Intensive Care Unit). Ya Allah…
Rita meng-update display picture di BBMnya dengan gambar sang bayi yang dipasangi berbagai alat di sekujur tubuhnya. Bayangkan, tubuh bayi sekecil itu, tubuhnya yang masih ringkih, tubuhnya yang baru beberapa saat datang ke tempat asing diluar rahim ibunya, tubu harus dipenuhi alat2 itu! Ya Allah… cuma melihatnya pun rasanya pedih! Langsung kupeluk Barra erattt sekali, gak kebayang gimana kalo anakku ada di posisinya. Masya Allah… gak sanggup!
Hampir tiap hari aku cek kontak teman2 senam hamilku, cuma pengen tau kabar dan perkembangan bayi juga ibunya, termasuk yang paling sering kulihat ya kontaknya Rita. Masih sama, foto bayinya dengan berbagai alat itu. Ya Allah… Doa pun sudah refleks selalu terucap untuk Rita dan bayinya. Malah kok rasanya gak pernah berdoa setulus ini… Mungkin karena aku sudah merasakan sendiri perjuangan menjadi seorang ibu ya? Hati kok rasanya gak rela liat bayi siapapun harus mengalami itu.
Suatu pagi Rita mengirimkan broadcast message :
Assalamualaikum, butuh darah B+ jam 7 pagi ini. Mohon bantuannya untuk anakku. Trims…”
(Menulis inipun rasanya merinding)
Ya Rabb… apalagi yang terjadi pada bayinya Rita?
Penasaran sekali padahal, tapi aku coba tahan untuk bertanya “Kenapa?”, yang entah kenapa menurutku itu akan jadi pertanyaan paling sensitif. Aku takut Rita jadi makin terluka hatinya. Jadi ya udah aku mending diam.
Dengan sangat menyesal aku gak bisa bantu apa2 karena golongan darahku A, suamiku O. Pun keluarga kami, gak ada yang bergolongan darah B+. Lagi2 cuma doa setulus hati yang bisa kusumbangkan. Maaf gak bisa bantu lebih ya Mba 😦
1 minggu…
2 minggu…
3 minggu…
Display picture BBMnya masih belum berubah. Aku memberanikan diri untuk menanyakan kabar si bayi. Sebenernya udah beberapa kali nanya kabar, dan selalu dijawab “Masih di ICU, mohon doanya ya“. Titik. Obrolan pun hanya sampai situ. Aku gak berani nanya lebih jauh lagi, takut membebani Rita..
Udah hampir 1 bulan si bayi kecil dirawat di ruang NICU RS Hermina Jatinegara, penasaranku memuncak, akhirnya memberanikan diri buat nanya,
Aku : “Kata dokter kenapa Mba? Gara2 air ketuban itu ato ada masalah lain?”
Rita : “Bukan karena ketuban.. itu cuma perkiraan awal. Dia sakit neonatal hemochromatosis dan sepsis


Neonatal Hemochromatosis (NH) adalah kondisi langka yang terjadi saat bayi berkembang dalam rahim ibu, tingkat beracun besi menumpuk di dalam hati serta tempat-tempat lain didalam tubuh bayi yang belum lahir. Sayangnya NH biasanya mematikan bagi janin (bayi yang belum lahir) atau untuk bayi-bayi yang lahir biasanya akan terbunuh di minggu pertama atau bulan pertama dalam kehidupan bayi karena komplikasi dari jumlah beracun besi yang ada dalam tubuh bayi tsb.

(Sumber dari ini)

Istilah awam untuk sepsis adalah keracunan darah, yang juga digunakan untuk menggambarkan septikemia. Sepsis mencakup spektrum penyakit yang berkisar dari keluhan seperti demam, menggigil, malaise, tekanan darah rendah, dan perubahan status mental. sampai gejala disfungsi organ dan syok.
Sepsis disebabkan oleh kehadiran bakteri (bakteremia) dan organisme pernginfeksi lainnya atau racun dalam darah (septikemia) atau pada jaringan lain dari tubuh. Sistem kekebalan tubuh Anda mengakibatkan terbentuknya bekuan-bekuan kecil darah yang dapat menghalangi aliran darah ke organ vital. Hal ini dapat menyebabkan kegagalan organ.
Ya Allah…
Pantas saja Rita pernah update status kurang lebih seperti ini “Nak, walaupun kata dokter ini sulit, tapi sangatlah mudah bagi Allah. Terus berjuang sayang…”
Ternyata sakit yang diderita buah hatinya memanglah membahayakan. Ya Allah..lagi2 aku berpikir bagaimana jika itu adalah anakku? Membayangkannya pun gak kuat!
Doa terus mengalir untuk mereka, mudah2an anak Rita bisa sembuh juga mohon diberikan ketabahan dan kekuatan hati untuk Rita. Aku ingin Rita merasakan kebahagiaan seutuhnya sebagai seorang ibu.
Beberapa hari setelah itu, status BBM Rita berubah, “Ada saran biar ASI lancar?”
Ooohh alhamdulillah… berarti kondisi bayinya sudah membaik sehingga bisa disusui. Mudah-mudahan…
***

Minggu, 1 September 2013


Malam itu sambil menyusui Barra, iseng buka recent updates BBM.

*scroll down*
Sampai terhenti di kontak Rita, terlihat fotonya sedang memeluk bayi berselimutkan kain putih, update status beberapa saat yang lalu,
“Innalillahi wa inna ilaihi rajiuun… sampai bertemu di surga ya nak…”
Deg.
Jantung serasa berhenti,
Allahu rabbi…
Bagai tersambar petir, hati terasa hancur. Kabar yang paling tidak aku harapkan selama memantau (diam2) perkembangan kondisi anaknya. Tidak terbayang betapa hancurnya hati Rita saat itu, ya Allah… Bayi yang seharusnya bisa ia peluk, ia susui, ditimang2, malah dipanggil kembali oleh Sang Khalik.
Tapi pasti inilah yang terbaik untuk Rita juga bayinya. Mungkin (mudah2an) Rita justru lebih tabah daripada melihat anaknya harus berjuang melawan sakit dengan alat2 yang memenuhi tubuhnya. Siapa yang tidak tega?
Mengutip kata2 Mba Baginda Ratu, bisa jadi orangtua yang ditinggalkan merasa sangat beruntung karena sempat bertemu, memeluk, mencium, menyusui, melihat indah tatapan mata tak berdosa itu, walaupun dalam waktu yang sangat singkat.
Sementara kita, yang lebih beruntung diberi kesempatan lebih banyak untuk memeluk buah hati, sudahkah bersyukur??
Kita justru suka sebel sama anak kalo udah cape berjam2 ngelonin tapi gak tidur2 dan rewel, belum lagi nangis yang gak berenti2 bikin pusing kepala, ya kan? Padahal banyak orangtua yang berharap bisa diberi kesempatan merasakan momen2 itu, kita malah menyia2kannya. *Ya Allah..maafin mama ya nak* 😦
Langsung kupeluk erat Barra. Eraaatt sekali. Berkaca2 mataku sambil menatap lekat wajah mungilnya…
Ya Allah…
ini adalah titipanmu yang paling berharga.
Ijinkan aku memeluknya, lebih lama..
Iklan

10 Comments Add yours

  1. bagindaratu berkata:

    Fentiiiii…
    aku nangis bacanyaaaaa, huhuhu…
    DAN langsung inget para krucils juga.
    Semoga diberi ketabahan ya, Rita itu. Sediiihhh bgt kalo ada cerita seperti ini. 😦

    Suka

  2. Hwaaa masa mbaa? *aku watir nulis ceritanya gak bagus jd takut ngga menyentuh pembaca hehe*
    Duh aku kalo inget malem itu (pas bayinya rita meninggal) kok gemeter rasanya kalo liat muka anakku. Peluk anak kitaaa 😦
    Suka nyesel ya mba kita sering cuekin anak2 walopun hal kecil 😦
    Amiiinn mudah2n rita bisa berlapang dada ya dgn kejadian ini, salut buat dia yg tegar bgt mba

    Suka

  3. ehh beneran fen kamu berhasil lho bikin tulisan yang bikin nangis gini,, aku gak bisa nih bikin tulisan gini :)) *sedih banget sik fen,, gak kuat baca cerita ginian,, hiksss :(((*

    saya langsung cerita ma pak suami,, pak suami langsung bilang,”kita beruntung ya mi punya anak sehat,, semoga sehat terus,aminn” :,)

    Suka

  4. *peluuukkk*
    Inipun masih berantakan bgt mba kosakatanya, belum bisa mengalir kayak mba bagindaratu kalo bikin cerita, udah rapiii kayaknya 😀 *apa perlu kursus nulis nih kita? :p

    Oalah sama bgt mba, aku kan sll update info anaknya tmnku ini kan k suami, ya sama yg dibilang suami mba gt. Alhamdulillah bgt ya mba kita seberuntung ini dikasih anak yg sehat, lucu, pelipur lara bgt kan ya? Mudah2an anak2 kita sehat terus ya mbaa :')

    Suka

  5. nonikhairani berkata:

    aduh Fen, sedih banget huhuhu

    Suka

  6. Banget mba noniii :'( Aku tiap baca cerita ini keinget teruuus gmn perjuangan ibunya pas hamil dan perjuangan anaknya pas di nicu, Ya Allah 😦 Merindiiing :'(
    Mudah2an orgtuanya sll tabah dan cepat diberikan lg penggantinya ya.. buat mba noni jugaa ;))) amiiiinnn

    Suka

  7. astrid tari berkata:

    Mba fenti.. Ak baru baca ini..! Pas ak lg browsing2 soal neonatal hemochromatosis lg, ak tb2 Ktmu blog Nya mba.. Ak baca dan menangis lg krn teringat saat waktu itu.. Mksh ya.. Udh berbagi cerita ini sm org lain.. Mdh2an menginspirasi ibu2 dsna agar makin bersyukur dan semakin sadar betapa berharganya kehadiran buah hati dr Allah Azza wa jalla, yg tdk ada bandingnya dg harta di dunia ini..

    Suka

  8. Yaampuun aku gak enak bgt mba baca ini, serius! Maafin aku ya mba g ijin dulu publish cerita ini 😦 abis saking sedihnya, aku g bisa bantu apa2 selain berdoa. Sebenernya pgn peluk mba kalo ada didepan mataku, karna g bisa, makanya aku curahkan ke blog ini. Sekali lg mohon maaf ya mba kalo aku g sopan..
    Sebnrnya aku juga save terus foto2 Ashraf mba :') mohon maaf lg ya mba aku gak ijin juga 😦 ..
    Aku berdoa dgn setulus hatiiii bgt smoga mba bisa sll diberi ketabahan, kesabaran, dan kekuatan. Semoga segera diberikan momongan lagi ya.. Insya Allah.. 🙂

    Suka

  9. Cika Sugeng berkata:

    Nangiissss bacanyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa ;_;

    Padahal bacanya sengaja ga mau detail.. selewat2 aja tapi tetep ga kuat bacanya..

    Ya Allah.. semoga bayi mungil itu mendapatkan tempat yg terindah di surga dan kelak dapat bertemu dengan ayah dan bunda nya di surga.. amiinn….

    Suka

  10. miafauzia berkata:

    Sediiih T_T…
    Semoga kita jd orgtua yg bisa membawa anak ke jalan yang benar ya feen.. aamiin

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s